Gejala :
Selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, nyeri dan bengkak pada sisi kanan atau perut (lokasi hati), demam, kadang disertai nyeri sendi.
Setelah satu minggu timbul gejala utama tubuh menjadi kuning, bagian putih mata tampak kuning, air seni berwarna coklat seperti air teh tua. Hepatitis B kronik manifestasi bisa tanpa gejala atau gejala ringan, umumnya ditemukan waktu konsultasi ke dokter.
Pencegahan :
Imunisasi hepatitis B, menjaga kebersihan atau kesehatan perorangan dan lingkungan, memberi imunisasi pada bayi, anak-anak, maupun dewasa, menyaring darah yang akan ditransfusikan, menggunakan alat suntik dan alat tusuk yang steril, tidak menggunakan pisau cukur atau sikat gigi secara bergantian, perilaku seksual yang aman.
Tindakan :
Istirahat total, dan memberikan obat. Lebih baik memeriksakan diri secara dini agar dapat ditangani dengan cepat. Jika sudah terkena virus Hepatitis B, pengobatannya melalui oral dan injeksi.
Sumber :
Din Kes DKI Jakarta
Maj. Sehat Plus, terbit bulan 1005
Tips: penanganan hepatitis B, pencegahan hepatitis B




































































December 3rd, 2008 at 7:31 am
menakutkan nih penyakit