<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TipsKeluarga.Com &#187; Kesehatan</title>
	<atom:link href="http://www.tipskeluarga.com/category/health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tipskeluarga.com</link>
	<description>Tips for Family</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 03:29:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mencegah dan Menghadapi Pecah Ketuban Dini</title>
		<link>http://www.tipskeluarga.com/2010/03/19/mencegah-dan-menghadapi-pecah-ketuban-dini/</link>
		<comments>http://www.tipskeluarga.com/2010/03/19/mencegah-dan-menghadapi-pecah-ketuban-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 03:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah pecah ketuban dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tipskeluarga.com/?p=1355</guid>
		<description><![CDATA[Pecah Ketuban Dini adalah kondisi terjadi pecah ketuban sebelum waktunya melahirkan. Kejadian pecah ketuban dini terjadi sekitar 5 sampai 10 persen dari semua kelahiran. Sementara terjadinya pecah ketuban dini ini biasanya terjadi pada kehamilan tua. Pecah ketuban dini bisa menyebabkan kelahiran prematur.
Sebenarnya air ketuban bermanfaat untuk mempertahankan atau memberikan perlindungan bagi bayi dari benturan diluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a title="pecah ketuban dini " href="http://www.tipskeluarga.com/wp-content/uploads/2010/03/pkd.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1356" style="margin: 3px;" title="42-20137187" src="http://www.tipskeluarga.com/wp-content/uploads/2010/03/pkd-150x150.jpg" alt="" width="87" height="87" /></a>Pecah Ketuban Dini adalah kondisi terjadi pecah ketuban sebelum waktunya melahirkan. Kejadian pecah ketuban dini terjadi sekitar 5 sampai 10 persen dari semua kelahiran. Sementara terjadinya pecah ketuban dini ini biasanya terjadi pada kehamilan tua. Pecah ketuban dini bisa menyebabkan kelahiran prematur.</p>
<p>Sebenarnya air ketuban bermanfaat untuk mempertahankan atau memberikan perlindungan bagi bayi dari benturan diluar rahim. Air ketuban juga berfungsi agar bayi dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam rahim.</p>
<p>Lalu apa saja penyebab pecah ketuban dini serta tanda pecah ketuban tersebut ?<br />
Terjadinya pecah ketuban bisa disebabkan oleh <span id="more-1355"></span>trauma, mulut rahim yang lemah, ketegangan rahim yang berlebihan, kehamilan kembar, ketuban yang berlebihan, letak janin yang salah seperti nyungsang atau melintang, kelainan atau kerusakan selaput ketuban, serta dapat pula disebabkan oleh infeksi pada kehamilan. Tanda dari pecah ketuban dini adalah keluarnya cairan ketuban melalui vagina biasanya tidak disertai rasa sakit.</p>
<p>Untuk mengurangi terjadinya pecah ketuban dini, dianjurkan bagi ibu hamil untuk mengurangi aktivitas pada akhir tirwulan kedua dan awal triwulan ke tiga, serta tidak melakukan kegiatan yang membahayakan kandungan selama kehamilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan pada janin yang dikandung, Pecah Ketuban Dini harus segera ditangani. Segera hubungi dokter. Gunakan pembalut wanita untuk penyerapan air yang keluar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tipskeluarga.com/2010/03/19/mencegah-dan-menghadapi-pecah-ketuban-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Saat Banjir</title>
		<link>http://www.tipskeluarga.com/2010/01/27/tips-saat-banjir/</link>
		<comments>http://www.tipskeluarga.com/2010/01/27/tips-saat-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 09:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[tips saat banjir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tipskeluarga.com/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[
Saat datangnya musim hujan, banjir sudah biasa menjadi ancaman di berbagai wilayah di Indonesia. Meski datang banjir hampir terjadi setiap tahun, tetapi kita selalu saja kesulitan menghadapinya. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui untuk menghadapi banjir. Berikut ini adalah tips saat terjadi banjir :


Evakuasi keluarga ketempat yang 	lebih tinggi. 


Matikan peralatan listrik atau 	sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in; line-height: 100%; widows: 0; orphans: 0 } 		P.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", "Times New Roman", serif; font-size: 12pt } 		P.cjk { font-family: "DejaVu Sans", "Times New Roman"; font-size: 12pt } 		P.ctl { font-size: 12pt } --></p>
<p class="western" style="line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Saat datangnya musim hujan, banjir sudah biasa menjadi ancaman di berbagai wilayah di Indonesia. Meski datang banjir hampir terjadi setiap tahun, tetapi kita selalu saja kesulitan menghadapinya. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui untuk menghadapi banjir. Berikut ini adalah tips saat terjadi banjir :</span></p>
<ul>
<li>
<p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Evakuasi keluarga ketempat yang 	<span id="more-1332"></span>lebih tinggi. </span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Matikan peralatan listrik atau 	sumber listrik. </span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Amankan barang-barang berharga 	dan dokumen penting ke tempat yang aman. </span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Ikut mendirikan tenda 	pengungsian, pembuatan dapur umum. </span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Terlibat dalam pendistribusian 	bantuan. </span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Mengusulkan untuk mendirikan pos 	kesehatan. </span></p>
</li>
<li>
<p class="western" style="line-height: 150%;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Menggunakan 	air bersih dengan efisien. </span></p>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tipskeluarga.com/2010/01/27/tips-saat-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mencegah Obesitas</title>
		<link>http://www.tipskeluarga.com/2010/01/07/mencegah-obesitas-untuk-semua-usia/</link>
		<comments>http://www.tipskeluarga.com/2010/01/07/mencegah-obesitas-untuk-semua-usia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 04:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[tips mencegah obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tipskeluarga.com/?p=1307</guid>
		<description><![CDATA[Obesitas atau kegemukan bisa menimpa siapa saja, orang dewasa ataupun anak anak. Obesitas dapat menimbulkan masalah buruk pada anak, seperti kesehatan ataupun masalah sosial saat berhubungan dengan teman teman. Selain itu, individu yang menderita obesitas ketika kecil, berpotensi menderita obesitas saat berusia dewasa, dan berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke.
Kelebihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Obesitas atau kegemukan bisa menimpa siapa saja, orang dewasa ataupun anak anak. Obesitas dapat menimbulkan masalah buruk pada anak, seperti kesehatan ataupun masalah sosial saat berhubungan dengan teman teman. Selain itu, individu yang menderita obesitas ketika kecil, berpotensi menderita obesitas saat berusia dewasa, dan berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan berat badan dapat dihindari sejak dini. Berikut ini adalah sejumlah cara pencegahan obesitas pada anak berdasarkan kategori usia:</p>
<p>- Usia 0-1 tahun<br />
Menyusui ternyata mampu mencegah kelebihan berat badan pada bayi. Meskipun mekanisme pastinya tidak diketahui, bayi yang mendapatkan ASI dipercaya lebih mampu <span id="more-1307"></span>mengontrol asupan makanan dan mengikuti insting laparnya.</p>
<p>- Usia 2-6 tahun<br />
Mulailah mengajarkan si kecil kebiasaan makan yang baik dengan memperkenalkan berbagai variasi makanan sehat. Dorong anak menjadi aktif dan bantu dia membangun berbagai keahlian.</p>
<p>- Usia 7-12 tahun<br />
Dorong anak agar rajin melakukan aktivitas fisik setiap hari, misalnya bermain sepak bola bersama teman-teman sebaya, bermain basket, atau bermain sepeda. Jika mungkin, bisa juga mendaftarkannya sebagai anggota salah satu klub olahraga.</p>
<p>Di rumah pun, jangan biarkan anak bermalas-malasan tanpa melakukan sesuatu. Ajak mereka melakukan aktivitas fisik, misalnya membereskan rumah, bermain di halaman, dan lain sebagainya.</p>
<p>- Usia 13-17 tahun<br />
Anak remaja biasanya sangat menyukai fast food, tapi coba mengubah kecenderungan tersebut dengan memberikan pilihan kudapan yang lebih sehat, seperti roti lapis isi ayam panggang dan salad. Selain itu, pastikan untuk membatasi jatah kalori dengan menyajikan porsi kecil setiap kali makan. Jangan lupa, dorong pula mereka agar lebih aktif setiap harinya.</p>
<p>- Segala usia<br />
Kurangi interaksi dengan televisi, komputer, dan video games, serta hindari menyantap makanan di depan layar kaca. Sajikan beragam pilihan makanan sehat dan jadikan aktivitas makan sebagai bagian dari ritual kebersamaan anggota keluarga.</p>
<p>Hidangkan buah sebagai pengganti camilan, dan pastikan mereka menyantap buah dan sayur dalam porsi cukup. Selain itu batasi konsumsi minuman yang mengandung gula atau pemanis buatan. Jangan lupa sajikan sarapan sehat setiap pagi.</p>
<p>Sumber : waspada.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tipskeluarga.com/2010/01/07/mencegah-obesitas-untuk-semua-usia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mencegah dan Menghadapi HIV/AIDS</title>
		<link>http://www.tipskeluarga.com/2009/12/01/tips-mencegah-dan-menghadapi-hivaids/</link>
		<comments>http://www.tipskeluarga.com/2009/12/01/tips-mencegah-dan-menghadapi-hivaids/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah dan menghadapi HIV/AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tipskeluarga.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Siapapun pasti tidak ingin tertular penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini sampai sekarang masih sulit disembuhkan, meskipun ada obat yang dapat menghambat akibat buruk dari HIV, namun masih kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh penderita. Cara paling tetap untuk menanggulangi HIV/AIDS adalah dengan memutus jalinan penularan penyakit, atau mencegahnya.
Mencegah tertular HIV/AIDS
Untuk mencegah HIV/AIDS antara lain :

Hindari penggunaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapapun pasti tidak ingin tertular penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini sampai sekarang masih sulit disembuhkan, meskipun ada obat yang dapat menghambat akibat buruk dari HIV, namun masih kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh penderita. Cara paling tetap untuk menanggulangi HIV/AIDS adalah dengan memutus jalinan penularan penyakit, atau mencegahnya.</p>
<p><strong>Mencegah tertular HIV/AIDS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mencegah HIV/AIDS antara lain :</p>
<ul>
<li>Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.</li>
<li>Tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks, hindari seks bebas.</li>
<li>Hindari penularan melalui <span id="more-1299"></span>tranfusi darah dengan memastikan transfusi yang aman.</li>
<li>Hati hati dengan resiko penularan terhadap keturunan, dengan tidak memberikan ASI pada bayinya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagi Penderita HIV </strong><br />
HIV sulit diketahui hanya dengan penglihatan mata saja. Pengidap HIV pada tahap awal umumnya terlihat normal atau sehat. Setelah terinveksi selama 5 sampai 10 tahun baru mengalami gejala seperti :</p>
<ul>
<li>Kehilangan berat badan secara drastis</li>
<li>Diare yang berkelanjutan</li>
<li>Pembengkakan pada leher dan/atau ketiak</li>
<li>Batuk terus menerus</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Lakukan test darah HIV untuk memastikan terkena HIV. Bagi yang positif terkena HIV/Aids, tetap bersemangat dan jangan menyerah. Karena semangat dari penderita akan dapat menjaga daya tahan tubuh dari akibat buruk penyakit HIV/AIDS. Jangan lupa untuk tetap menggunakan obat yang diberikan oleh dokter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tipskeluarga.com/2009/12/01/tips-mencegah-dan-menghadapi-hivaids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencegah dan Mengobati Penyakit Kaki Gajah</title>
		<link>http://www.tipskeluarga.com/2009/11/23/mencegah-dan-mengobati-penyakit-kaki-gajah/</link>
		<comments>http://www.tipskeluarga.com/2009/11/23/mencegah-dan-mengobati-penyakit-kaki-gajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 23:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah penyakit kaki gajah]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati penyakit kaki gajah]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit filariasis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tipskeluarga.com/?p=1256</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit kaki gajah atau penyakit filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan infreksi cacing filaria, ditularkan oleh gigitan berbagai jenis nyamuk seperti anopheles culex aedes mansoniaan, opheles, aedes dan sebagainya.. Akibat dari penyakit kaki gajah ini bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dapat menimbulkan cacat menetap.
Untuk mengobati penyakit kaki gajah, penderita harus meminum obat sesuai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1259" style="margin: 3px;" title="kaki-gajah2" src="http://www.tipskeluarga.com/wp-content/uploads/2009/11/kaki-gajah2-150x150.jpg" alt="kaki-gajah2" width="108" height="108" />Penyakit kaki gajah atau penyakit filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan infreksi cacing filaria, ditularkan oleh gigitan berbagai jenis nyamuk seperti anopheles culex aedes mansoniaan, opheles, aedes dan sebagainya.. Akibat dari penyakit kaki gajah ini bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dapat menimbulkan cacat menetap.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengobati penyakit kaki gajah, penderita harus meminum obat sesuai dosis lewat petunjuk dokter atau dinas kesehatan. Biasanya obat untuk mengatasi penyakit kaki gajah terdiri dari <span id="more-1256"></span>obat cacing utk membasmi cacing di dalam usus, obat cacing utk membasmi cacing yg ada dlm peredaran darah, serta paracetamol. Namun tidak semua penderita diberikan obat yang sama, karena pemberian obat kaki gajah disesuaikan dengan usia maupun latar belakang dari penderita penyakit kaki gajah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimanapun juga mencegah terjadinya penyakit lebih baik dari pada mengobatinya. Adapun cara untuk mencegah penyakit kaki gajah antara lain :</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Membasmi penyebar penyakit kaki gajah, dengan cara penyemprotan nyamuk di sekitar tempat tinggal kita.</li>
<li>Gunakan anti nyamuk seperti pemakaian obat nyamuk semprot, bakar, lotion anti nyamuk dan sebagainya.</li>
<li>Memakai kelambu pada saat tidur juga dapat mencegah gigitan nyamuk.</li>
<li>Menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk.</li>
<li>Membersihkan pekarangan dan lingkungan di sekitar rumah.</li>
<li>Mencegah berkembangkanya nyamuk, dengan cara menguras penampungan air yang menjadi tempat berkembangkanya nyamuk.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Dengan melakukan hal-hal tersebut maka kita telah berusaha mengurangi resiko terjangkitnya penyakit kaki gajah maupun penyakit-penyakit lain yang juga bisa ditularkan oleh nyamuk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tipskeluarga.com/2009/11/23/mencegah-dan-mengobati-penyakit-kaki-gajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencegah Kanker Serviks</title>
		<link>http://www.tipskeluarga.com/2009/10/23/mencegah-kanker-serviks/</link>
		<comments>http://www.tipskeluarga.com/2009/10/23/mencegah-kanker-serviks/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 04:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah dan mengobati kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[pap smear]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi Human papilloma virus (HPV)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tipskeluarga.com/?p=1225</guid>
		<description><![CDATA[Kanker serviks. Mungkin Anda masih asing dengan istilah tersebut, sebenarnya kanker serviks adalah istilah dari kanker leher rahim yang selama ini sudah sering terdengar atau dibahas di berbagai media. Bahkan berdasarkan info dari situs resmi WHO telah terjadi  250.000 kematian disebabkan oleh kanker serviks di tahun 2005.
Gejala Kanker Serviks :
Hilangnya nafsu makan dan menurun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kanker serviks. Mungkin Anda masih asing dengan istilah tersebut, sebenarnya kanker serviks adalah istilah dari kanker leher rahim yang selama ini sudah sering terdengar atau dibahas di berbagai media. Bahkan berdasarkan info dari situs resmi WHO telah terjadi  250.000 kematian disebabkan oleh kanker serviks di tahun 2005.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gejala Kanker Serviks :<br />
</strong>Hilangnya nafsu makan dan menurun berat badan.<br />
Nyeri tulang panggul dan tulang belakang.<br />
Terjadi pembengkakan pada kaki.<br />
<span class="fullpost">Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina.</span><br />
Menstruasi tidak normal (lebih lama dan lebih banyak).<br />
Keputihan dan timbul<span id="more-1225"></span> bau, dengan cairan encer dengan warna coklat atau pink, mengandung darah.<br />
Namun penyakit yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) terkadang pada tahap awal tidak ada gejala yang tampak. Untuk itu diperlukan adanya pemeriksaan panggul dan test pap smear untuk mengetahui penyakit kanker serviks dari awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Test Pap Smears :<br />
Tes ini untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal terdapat hanya pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi bagian lebih dalam. Warning! Jika tidak ditangani, sel abnormal ini dapat berubah menjadi sel kanker, dimana dapat menyebar pada beberepa tempat sekitar serviks, vagina bagian atas, area pelvis, dan bagian lain dari tubuh.<br />
Tes HPV DNA Terdapat juga pemeriksaan HPV DNA untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi. Pada tes ini diambil jaringan dari serviks untuk diperiksa di laboratorium.<br />
Diagnnosis Jika hasil Pap Smear memperlihatkan sel kanker, pasien dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosa yang dilakukan yaitu dengan memeriksa serviks dengan kolposkopi – memeriksa sel dengan mikroskop khusus. Setelah itu mengambil sample sel serviks – dengan biopsi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pencegahan Kanker Serviks :</strong><br />
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksin HPV. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengurangi faktor resiko: berhubungan seksual pada usia muda (di bawah 20 tahun), dan berganti-ganti pasangan seksual.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara berkala (satu tahun sekali) dilakukan pemeriksaan panggul dan pap smear untuk mengetahui gejala lebih awal.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia juga mengembangkan deteksi dini dengan IVA, Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pencegahan melalui IVA, pap smear, ataupun vaksinasi yang dilakukan di negara-negara lain dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks sampai 50 persen. Bahkan di Amerika Serikat, menurut American Cancer Society, penurunan mencapai 75% setelah tes Pap Smear dilakukan secara luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk pengobatan, jika telah ditemukan adanya gejala kanker serviks segera menghubungi dokter untuk tindakan lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber utama : web depkes.go.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tipskeluarga.com/2009/10/23/mencegah-kanker-serviks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
